Tuesday, December 2, 2014

Sistem Koordinasi : Sistem Saraf, Alat Indera, Sistem Hormon, dan Hubungan Saraf dan Hormon Biologi SMA

SISTEM KOORDINASI

Tubuh manusia terdiri atas bermacam-macam sistem organ tubuh, sistem-sitem organ tersebut bekerjasama dan saling mendukung dalam menjalankan aktifitas metabolisme tubuh. Sebagai pengatur dan pengontrol aktifitas tubuh tersebut, ada suatu sistem yang disebut sistem koordinasi. Otak adalah salah satu penyusunnya. Sistem koordinasi ini mengatur semua sistem organ agar dapat bekerja secara serasi. Jika kita mendengar berita sedih, kita akan merasakan kesedihan tanpa disadari, aktifitas tersebut memerlukan pengkoordinasian yang cukup rumit, walau tampaknya sederhana. Sistem koordinsai bekerja untuk menerima rangsang, mengolahnya, kemudian rangsangan itu diteruskan di otak. Tentu saja otak kita perlu istirahat, untuk bekerja dengan baik.
Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf, alat indera, dan sistem indoktrin atau sistem hormon. Kegiatan tubuh, seperti memasukkan makanan, merupakan kegiatan yang disadari. Kedua aktifitas tersebut, dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu aktifitas lainnya dan sistem koordinasi merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan aktifitas organ-organ tubuh.

A. Sistem Saraf
Sistem saraf pada dasarnya mrupakan sistem komunikasi. Sitem saraf mengontrol dengan merubah rangsang atau impuls menjadi muatan listrik dan menghantarkan impuls menuju sasaran berupa alat gerak atau efektor.

Pada dasarnya, sistem saraf berfungsi untuk merasakan perubahan-perubahan didalam dan diluar tubuh dan menginterpretasikannya untuk memeberi tanggapan terhadap perubahan tersebut. Tanggapan tersebut biasanya berupa kontraksi otot atau sekresi kelenjar.

Jaringan saraf, tersusun atas 2 jenis sel, yaitu neuron dan neuroklia. Neuron merupakan penghantar impuls baik dari organ penerima impuls ke pusat saraf ataupun sebaliknya. Adapaun neuroklia berfungsi untuk memberi nutrisi dan bahan lain pada neuron.

Sel saraf atau neuron tersusun atas 3 bagian, yaitu badan sel, dendrit, dan akson. Badan sel terdiri atas nukleu, nukleoulus, dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat organel seperti lisosom dan mitokondria. Badan sel terdiri atas abu-abu. Dendrit berupa tonjolan sitoplasma yang berasal dari badan sel, yang berfungsi sebagai penghantar impuls ke badan sel. Biasanya dalam satu neuron terdapat beberapa dendrit. Akson atau neurit juga merupakan tonjolan panjang dari badan sel yang berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel ke sel lain.

Sel dalam keadaan istirahat tidak dapat menghantarkan impuls pada saat itu, bagian dalam saraf bermuatan negatif, sedangkan muatan luarnya bermuatan positif. Keadaan ini menimbulkan potensial istirahat pada saat itu, membran saraf dalam keadaan terpolarisasi. Jika sebuah impuls merambat melalui akson, dalam waktu singkat bagian dalam saraf menjadi positif, sedangkan bagian luar menjadi negatif. Perubahan tiba-tiba pada saat potensial istirahat ini menyebabkan potensial aksi yang menyebabkan membran saraf menjadi depolarisasi. Proses tersebut terjadi dalam waktu singkat dan akan segera kembali dalam keadaan terpolarisasi.

Di dalam gelembung-gelembung sinapsis terdapat zat kimia, yang disebut neurontransmitter atau neurohumor. Zat ini memegang peranan penting dalam merambatkan impuls ke saraf lain. Contoh neurontransmitter adalah asetilkolin dan noratneralin. Perambatan impuls melalui zat kimia seperti ini disebut, sinapsis kimiawi. Adapaun perambatan melalui arus listrik dinamakan sinapsis yang banyak digunakan dalam percobaan.

Kerja asetilkolin dapat dihambat oleh enzim kolinestilasi, akibatnya asetilkolin menjadi tidak aktif. Perambatan impuls pada sinapsi kimiawi hanya berlangsung ke satu arah, yaitu ke ujung akson menuju dendrit pada neuron lain.

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dikelompokkan ke dalam 3 macam, yaitu sel saraf sensorik (Saraf Aferon), Saraf motorik (Saraf Eferen), dan Saraf Konektor (Dalam saraf efisiasi atau ajustor). Sel saraf sensorik merupakan saraf yang membawa rangsang dari reseptor, misalnya kulit, menuju saraf pusat. Sel saraf motorik merupakan saraf yang membawa rangsang dari saraf pusat ke efektor (sasaran rangsang), misalnya otot dan kelenjar. Adapun sel saraf konektor merupakan saraf yang menghubungkan sel saraf sensorik dengan sel saraf motorik. Sel saraf ini terdapat pada otak dan sumsum tulang belakang.

1. Sistem saraf pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum. Piameter merupakan lapisan yang langsung menempel pada permukaan otak dan sumsum tulang belakang. Diantara piameter dan arachnoid terdapat rongga subarachanoid yang berisi cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung otak dan sumsum tulang belakang, serta penghantar makanan ke sistem saraf pusat.
a. Otak
Otak terdapat didalam rongga kepala yang terlindung atas tulang tengkorak (Cranium), Selaput Otak (Meninges), dan cairan serebrosfinol.
1. Otak Besar atau Serebro merupakan bagian terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat. Otak besar terdiri atas otak depan (Lobus Frontalis) dan otak belakang (Lobus Oksipitalis), dan otak samping (Lobus Temporalis). Lobus frontalis merupakan pengndali pergerakan otot, lobus oksipitalis merupakan pusat penglihatan, adapun lobus temporalis merupakan pusat pendengaran.
2. Otak Tengah atau Mesensefalon terletak di depan otak kecil. Bagian terbesar otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (Gangleon) yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan dan kedudukan tubuh.
3. Otak Depan atau Diensefalon terdiri atas talames dan hipotalames. Talames berfungsi menerima segala rangsang dari reseptor, kecuali bau-bauan, dan meneruskannya ke area sensor.
4. Otak Kecil merupakan pusat keimbangan gerak dan koordinasi gerak otot serra posisi tubuh. Tepat di bagian bawah serebelu terdapat jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Jembatan varol ini juga menghubungkan otak besar dan otak kecil.
b. Sumsum
Sumsum merupakan bagian dari sistem saraf pusat.
1. Sistem lanjutan juga disebut batang otak. Struktur ini merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang.
2. Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan medula oblon data. Fungsi sumsum tulang belakang adalah penghubung impuls dari dan ke otak serta memberi kemungkinan terjadinya gerak refleks

2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi juga disebut sistem saraf perifer :
a. Sistem saraf Kraniosfinal, sistem saraf terdiri atas 12 pasang saraf yang keluar dari otak dan 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang
b. Sitem saraf otonom, sistem saraf ini merupakan sistem saraf yang mengtendalikan aktifitas tubuh yang tidak disadari, seperti denyut jantung, gerak saluran pencernaan dan sekresi enzim.

B. Pengaruh Obat-obatan terhadap kerja sistem saraf
Obat-obatan biasanya digunakan untuk menyembuhkan penderita suatu penyakit.
a. Alkohol, alkohol yang beredar dapat berupa metanol, etanol, ataupun butanol.
b. Narkotika, merupakan terjemahan dari narkose yang berarti menidurkan.
c. Obat-obat psikotropika, adalah berbagai jenis obat untuk pengobatan yang berdaya kerja keras dan dapat menimbulkna efek adiksi sebagai mana narkotik sehingga penggunanya harus dalam pengawasan dokter.
d. Bahan penikmat, merupakan bahan yang sehari-hari sering digunakan, seperti nikotin yang terkandung dalam tembakau (Rokok), dan kafein yang terdapat dalam kopi.

C. Reseptor-Reseptor pada alat Indera
1. Reseptor pada mata
Mata sebagai organ penglihatan mempunyai sejumlah reseptor untuk cahaya atau fotoreseptor. Itulah sebabnya kita dapat melihat benda dan dapat membedakan warna. Bola mata terdiri atas tiga lapis, yaitu sklera, koroid dan retina.
2. Reseptor pad Telinga
Telinga merupakan indera pendengar sehingga banyak dilengkapi reseptor khusus untuk getaran dan keseimbangan. Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan. Intereseptor khusus yang berfungsi sebagai alat keseimbangan tersebut terletak pad telinga dalam yang disebut saluran gelung (labirin).
3. Reseptor pada Kulit
Kulit merupakan indera peraba. Akibatnya, kulit banyak mengandung reseptor yang yang peka terhadap panas, dingin, sentuhan, tekanan dan nyeri. Ujung-ujung reseptor tersebut terdapat pada folikel rambut pada lapisan dermis. 
4. Reseptor pada Lidah
Makanan yang dapat diketahui rasanya karena adanya, reseptor pengecap pada lidah yang disebut sel-sel pengecap atau puting pengecap.
5. Reseptor pada hidung
Hidung merupakan indera pembau sehingga didalamnya banyak sel-sel sensoris yang peka terhadap gas-gas kimia yang berhubungan dengan bau dan aroma.

D. Sistem Hormon
Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar buntu (endoktrin) yang berfungsi untuk pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku dan keseimbangan.
1. Kelenjar Hipofisis, kelenjar ini terdapat di dasar otak yaitu sella tursica.
a. Hipofisis bagian depan
b. Hipofisis bagian tengah
c. Hipofisis bagian belakang
2. Kelenjar Tiroid, atau kelenjar gondok terletak pada leher bagian depan dibawah jakun.
3. Kelenjar Paratiroid, berjumlah 4 buah dan terletak di belakang kelenjar tiroid
4. Kelenjar Adrenal, atai kelenjar anak ginjal berjumlah 2 buah dan terletak diatas ginjal
5. Kelenjar Pankreas, terletak dekat usus 12 jari dan hati
6. Kelenjar Kelamin.
a. Kelenjar Kelamin Pria, atau testis akan mensekresikan hormon testosteron. Hormon ini berfungsi merangsang pematangan sperma dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pria, seperti pertumbuhan kumis, janggut dan bulu dada.
b. Kelenjar kelamin Wanita, atau ovarium berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen dan progesteron

E. Hormon dan Tekhnik Keluarga Berencana
Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menciuptakan keluarga kecil bahagia dan sejahtewra melalui pengaturan kelahiran.
Pengaturan kelahiran dapat dilakukan dengan cara mekanik, sterilisasi, permanen, serat kimiadan hormon.

F. Hubungan Saraf dan Hormon

Sistem saraf dan sistem hormon merupakan sistem koordinasi. Kedua sistem ini mengatur dan mengendaluikan semua aktivitas tubuh secara langsung maupun tidak langsung. Pengaturan dan pengendalian tersebut dilakukan dalam bentuk penyampaian dan pengolaha sistem informasi uyang kemudian dijawab dalam bentuk respon atau tanggapan. Antara sistem saraf dan sistem hormon terdapat hubungan yang erat. Sistem hormon dapat bekerja jika ada pengendalian dari sistem saraf.

Klasifikasi Jamur dan Mikroza IPA Biologi SMA

JAMUR
A.Pengertian Jamur
Jamur adalah makhluk hidup Eukariota bersel 1/ nulti seluler yang bersifat heterotrof dengan cara menyerap zat organic dari lingkungan.

Ciri-ciri & Struktur Jamur
1)Bersifat eukariotik, dinding sel umumnya tetapi atas selulosa/zat kitin.
2)Tidak berklorofil estrogen bersifat heteroturof
3)Jamur bersel banyak (multi seluler) tubuhnya terdiri aras benang-benang yang yang disebut hifa.
4)Hidup pada tempat yang lembab mengandung zat organik, bersifat asam dan kurang cahaya matahari.

Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yand berbeda dakam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora. Kelima divisi tersebut adalah :
1.Divisi Zygomycota
2.Divisi Ascomycota
3.Divisi Basidionycota
4.Divisi Deuteromycota
5.Divisi Mycophycophyta

B.Klasifikasi Jamur
1.Zigomycotina
Kelas Zygomycetes
Jamur ini dinamakan Zygomycetes karena membentuk spora istirahat yang berdinding tebal yang disebut zygospora. Zygospora merupakan hasil peleburan menyeluruh antara dua gametangium yang sama atau berbeda.

a.Struktur Tubuh
Miseliumnya bercabang banyak dan hifanya tidak bersekat-sekat (bersifat senositik). Septa ditemukan hanya pada saat sel reproduksi terbentuk. Miselium pada Rhizopus mempunyai tiga tife hifa, yaitu:
1)Stolon; hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat (misalnya roti).
2)Rhizoid; hifa yang menembus subtrat dan berfungsi sebagai jangkar untuk menyerap makanan.
3)Sporangiopor; hifa yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memiliki sporangia globuler (berbentuk bulat) diujungnya.

b.Cara reproduksi
Zygomicetes dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual adalah dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium. Reproduksi seksualnya secara konjungsi.

2.Ascomycotina
Divisi ini bercirikn talus yang terdiri dari miselium bersepta. Reproduksi seksual membentuk askospora di dalam askus. Ada yang hidup sebagai parasit, yang menimbulkan panyakit pada tumbuhan.

Bentuk askus ada bermacam-macam, antara lain:
a.Askus tanpa askokarp
b.Askus yang askokarpny berbentuk deperti mangkok disebut aposetium.
c.Askus yang askokarpnya berbentuk bola tanpa ostiulum disebut kleistotesium.
d.Askus yang askokarpnya berbentuk botol dengan leher dan memiliki ostiulum disebut peritesium.

Ada bermacam-macam askus tersebut digunakan sebagai dasar klasifikasi tingkat kelas.
1)Kelas Hemiascomycetes
Kelompok jamur ini tidak membentuk askokarp, tidak mempunyai hifa, tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas sehingga terbentuk rantai sel atau hifa senu. Contoh anggota Hemiascomycetes adalah khamir Saccharomyces.
Beberapa jenis Saccharomyces antara lain:
1)Saccharomyces cerevisiae, khamir roti atau khamir bir, juga disebut khanir raja yang berguna dalam pembuatan roti dan alcohol.
2)tuac, bekerja mengubah air nira(legen) menjadi tuak.
3)Saccharomyces ellipsoideus, mempermentasi buah anggur menjadi anggur manuman.

2)Kelas Plectonycetes
Kelas ini bercirikan adanya askokarp berbentuk bola yang disebut kleistotesium. Kelompok ini ada yang saprobe, parasit atau hipeparasit.
Yang termasuk kelas Plectomycetes adalah Aspergillus dan Penicillium. Reproduksi aseksual kedua jamur ini adalah dengan pembentukkan konnidium dalam rantai pada konidiofor. Sedangkan reproduksi seksualnya dengan spora yang dibentuk dalam askus. Askus-askus tersebut berkumpul dalam suatu badan yang disebut askokarp.
a.Aspergillus
Aspergillus hidup sebagai saproba pada bermacam-macam bahan organik, seperti pada roti, daging yang sudah diolah, butiran padi, kacang-kacangan dan lain-lain. Koloninya berwarna abu-abu, hitam, kuning atau cokelat.

Jenis-jenis Aspergillus antara lain:
1) Aspergillus fumigates, bersifat parasit yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan unggas
2)Aspergillus flavus, penghasil flatoksin yang diduga sebagai penyebab penyakit kanker hati. Kapang ini benyak terdapat pada kacang tanah dan makanan yang terbuat darinya.
3)Aspergillus niger, menghasilkan asam sitrat.
4)Aspergillus oryzae, untuk merombak zat pati dalam pembuatan minuman berakohol.
5)Aspergillus nidulan, parasit pada telinga menyebabkan outomikosis.
6)Aspergillus soyae, untuk pembuatan kecap.


b.Penicillium
Kapang multiseluler ini mempunyai miselium bersekat-sekat. Ujung konidiofornya tidak melebar melainkan bercabang-cabang tadi.
Penicillium, banyak terdapat pada bahan-bahan organik dan sebagai saprofit, misalnya sebgai berikut:
1)Penecillium notatum dan P. chrysogenum penghasil zat antibiotik (penisilin) yang ditemukan tahun 1929 oleh Alexander Fleming.
2)Penecillium cammemberti dan P. requefort dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keju.
3)Penecillium italicum dan P. digitatum perusak buah jeruk masing-masing dinamai juga kapang biru dan kapang hijau.
4)Penecillium axpansup, menyebabkan buah apel membusuk ditempat penyimpanan.
5)Penecillium islandicum merusak beras sehingga menjadi kuning, maka disebut “Yellow rice”

3)Kelas Pyrenomycetes
Ciri khas yang dimiliki adalah askokarp berbentuk khusus yang dilengkapi dengan ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora). Tubuh buah seperti itu disebut peritesium, yang dapat berwarna cerah atau gelap.

3. Basidiomycotina
Divisi ini sebagian besar makroskopis dan sering dijumpai ditanah dan di hutan. Ciri utamanya ialah hifa septat dengan sambungan apit (clamp connection); spora seksualnya terbentuk pada basidium yang berbentuk ganda.
Divisi ini terdiri dari beberapa kelas, di antaranya ialah kelas Hymemomycetes, ordo Agaricales, family Agaricaceae, yang mencakup jamur-jamur berlamela atau memiliki keping lipatan. Ciri-ciri jamur ini antara lain: berdaging, saprobe, tubuh buah seperti payung, tetapi pada beberapa spesies tangkainya asimetris, pendek bahkan tidak bertangkai. Basidiospora terdapat di permukaan lamella atau bilah yang terbentuk di bagian bawah tudungnya. Contoh terkenal dari agaricaceae ini adalah Vovariella volvacea (jamur padi, jamur dami).

4.Deuteromycotina
Divisi terakhir ini disebut juga fungi imperfecti karena belum diketahui adanya reproduksi seksual, hifa septat atau uniseluler.
a.Cara reproduksi
Reproduksi jamur ini secara aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus disebut konidiofor.

b.Cara Hidup
Jamur ini bersifat saprofit di banyak jenis materi organic, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi, dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias. Contoh klasik jamur ini di Indonesia dalah Monilia sitophila, yaitu jamur oncom.

Jamur ini umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang

5.Mycophyciphyta
Liken atau lumut kerak biasanya dianggap sebagai kelompok khusus, walaupun pada dasarnya merupakan asosiasi simbiosis antara jamur mikobion dan ganggang fikobion.
Menurut bentuknya lumut kerak dapat dibagi menjadi 3 kelompok:
1.Krustos (Seperti kerak), misalnya Graphis, seperti coret-coret kecil yang panjang di pepohonan.
2.Folios (seperti daun), misalnya Umbellicaria, Parmelia yang tumbuh pada bebatuan.
3.Fruktikos (seprti semak), misalnya Usnea longgisima disebut janggut resi yang dapat mencapai beberapa meter panjangnya.
Manfaat liken: sebagai makanan hewan,sebagai bahan pewarna dan penyamak, digunakan dalam industry parfum, simber litmus yang digunakan dalam laboratorium kimia, juga sebagai indicator tingkat polusi.

C.MIKROZA
Jamur yang hifanya bersimbiosis dengan akar suatu tanaman disebut mikroza. Jamur tersebut biasanya dari golongan Zygomycotina, Acomycotina, Basidiomycotina.
Ada dua tipe Mikroza yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.
a. Ektomikoriza
Jamur ini tubuh buahnya seperti payung, bola/bulat, hifanya hanya menembus epidermis saja tidak sampai menembus korteks.
Contoh: Jamur ektomikoriza yang bersimbiosis dengan tanaman pinus, bentuknya seperti payung
b.Endokikoriza
Jamur ini bersimbiosis pada akar yang hifanya menembus sampai pada sel-sel korteks. Pada tanaman polong-polongan jamur ini dapat merangsang pertumbuhan bintil-bintil akar yang bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium.

Jamur adalah makhluk hidup eukariota bersel satu atau multiseluleer, dan bersifat heterotrof dengan cara menyerap zat organik dari lingkungan. Jamur ada yang bersifat menguntungkan dan ada yang bersifat merugikan. Basidiomycota seperti jamur kuping dan jamur merang dapat dimakan. Beberapa anggota Ascomycota seperti Penicillium menghasilkan antibiotika. Jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokkan dalam divisi Deuteromycota.

 
Daftar Istilah
1.Askokarp : Tubuh buah yang berisi askus (kantung).
2.Askospora : Spora yang berada dalam askus.
3.Askus : Penghasil Askospora pada jamur Ascomycetes
4.Basidiokarp : Tubuh buah Basidiomycetestempat basidium berkumpul.
5.Basidiospora : Spora yang berada dalam basidium.
6.Basidium : Penghasil basidiospora pada jamur Basidiomycetes.
7.Haustoria : Hifa pada jamur parasit untuk penetrasi pada sel inang.
8.Konidium : Tempat pembentukan konidia (spora aseksual) pada Ascomycetes
9.Miselium : Kumpulan hifa jamur yang berfungsi menyerap bahan organik dari lingkungan tempat hidup jamur.
10.Oospora : Sel telur yang telah dibuahi dan membentuk dinding tebal.
11.Saproba : Organisme yang hidup pada bahan-bahan mati / busuk.
12.Sel Dikariotik : Sel yang memiliki dua mukleus, biasanya disebabkan
karena penggabungan sel. Biasanya pada hifa.
13.Zigospora : Spora hasil persatuan dari dua hifa yang berlainan jenis (Zonjugasi).

14.Zoospora : spora kembara, spora yang memiliki flagella.

Sunday, November 30, 2014

LOGARITMA DAN AKURASI PERHITUNGAN MATEMATIKA

Berikut 4 nilai yang kemudian akan kita sebut sebagai "nilai dasar logaritma".

  • Log 2 = 0,301
  • Log 3 = 0,477
  • Log 5 = 0,699
  • Log 7 = 0,845
Perlu kita tahu bahwa metode menghitung logaritma tanpa kalkulator ketepatan nilainya (akurasi ) mendekati 100%. Artinya perhitungan ini tidak akan sepenuhnya tepat sesuai dengan nilai yang seharusnya. Namun, untuk dapat menghitung nilai-nilai logaritma dimana numerusnya relatif kecil, metode ini dapat dibilang cukup akurat (> 99,9%). dan sebaliknya, jika numerusnya cukup besar, akan terjadi penyimpangan dari hasil akhir yang semakin besar pula dengan kata lain akurasinya menurun.

Contoh Penghitungan Logaritma


1. Hitung nilai dari log 10!
    Kita tau nilai log 10 = 1. dengan menggunakan nilai log diatas kita akan membuktikannya
    Log 10 = Log (2 . 5)
                = Log 2 + Log 5
                = 0,301 + 0,699                = 1
2. Hitung nilai dari log 101000 !
101000 = 1000 . Log 10
            = 1000 . Log (2 . 5)
            = 1000 . (Log 2 + Log 5)
            = 1000 . (0,301 + 0,699) = 1000

Contoh Soal Logaritma dan pembahasannya

  • Hitung nilai Log 42 !

 Jawab :
    Log 42 = Log (2 . 3 . 7)
                = Log 2 + Log 3 + Log 7
                = 0,301 + 0,477 + 0,845
                = 1,623

  • Hitung nilai dari 3log 7 !

Jawab : 
 3log 7     = Log 7 / Log 3
                = 0,845 / 0,477
                = 1,771


  • Hitung nilai dari 2log 21 !

 Jawab :
 3log 7     = Log 21 / Log 2
                = (Log 3 + Log 7) / Log 2
                = ( 0,477 + 0,845) / 0,301
                = 0,845 / 0,477
                = 4,392

  • Hitunglah nilai dari Log 0,18 !

Jawab : 
Log 0,18    = Log 18/100
                   = Log 18 - Log 100
                   = Log 9 + Log 2 - Log 100
                   = (2 Log 3) + Log 2 - 2
                   = 0,954 + 0,301 - 2

                   = - 0,745

Soal UAS I Biologi Kelas XII SMA Pertumbuhan dan Perkembangan TA 2014/2015

1. Salah satu cirri makhluk hidup adalah mengalami proses menuju ketahap dewasa yang akan sulit untuk diukur. Proses tersebut adalah ……….
a. Pertumbuhan d. Iritabilitas 
b. Perkembangan e. Gerak
c. Reproduksi

2. Hormon ini yang berfungsi meningkatkan proses pematangan buah adalah ………
a. Florigen c. Vernalin e. Rhizokalin
b. Etilem d. Sitokinin 

3. Apabila selama perkecambahan suatu tumbuhan mengalami kekurangan cahaya, tumbuhan tersebut akan mengalami ……
a. Kekerdilan c. Etiolasi e. Pembengkokan
b. Klorosis d. Kematian

4. Hormon yang merangsang pembentukan pembuluh pengangkut floem dan xylem adalah…...
a. Auksin c. Sitokinin e. Asam absisat 
b. Giberelin d. Etilen

5. Suatu zat pengatur tumbuh yang mengatur mobilisasi dan fosfor serta dapat menghambat proses penuaan adalah ………
a. Auksin c. Traumalin e. Florigen
b. Sitokinin d. Giberelin

6. Tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang mengalami kekurangan cahaya memiliki tanda-tanda berikut, kecuali ……..
a. Daun lebar d. Ukuran tubuh lebih tinggi 
b. Perakaran banyak e. Ukuran stomata lebih lebar
c. Stomata sedikit


7. Perlakuan dengan mengubah-ngubah temperature dapat merangsang perkecambahan biji, peristiwa ini dinamakan ……..
a. Vernilisasi c. Fototropisma e. Termonastik
b. Thermoperiodisma d. Termotropisme

8. Tumbuhan yang kekurangan unsur Fe dan Mg akan mengalami proses klorosis yang berarti ……..
a. Terhambatnya proses pertumbuhan 
b. Perkembangan yang terhambat 
c. Rendahnya kandungan klorofil
d. Tidak mampu berfotosintesis
e. Tidak mampu membentuk organ reproduksi

9. Pengertian diferensiasi yang tepat adalah ……
a. Pembentukan jaringan baru d. Pembentukan system baru
b. Pembentukan organ baru e. Terjadi proses perkembangan
c. Pembentukan berbagai jenis jaringan

10. Pertumbuhan primer mulai berlangsung ketika ……
a. Muncul daun lembaga pertama d. Epikotil mengalami pemanjangan 
b. Muncul akar pada kecambah e. Epikotil telah muncul dipermukaan tanah
c. Hipokotil mengalami pemanjangan

11. Pertumbuhan primer merupakan hasil aktivitas ……
a. Meristem lateral c. Meristem interkalar e. Epidermis
b. Meristem apikal d. Mesofil daun

12. Empelur terbentuk dari ……
a. Protoderm c. Meristem dasar e. Jaringan pembuluh
b. Prokambium d. Jaringan pengisi

13. Pembentukan cabang diawali dengan pembentukan …….

a. Tunas apikal c. Tunas aksilar e. Primodium daun
b. Meristem apikal d. Ruas 

14. Hormon yang dapat merangsang pembentukan bunga adalah ………
a. Auksin dan vernalin d. Giberelin dan horigen 
b. Etilen dan rizokalin e. Asam absisat
c. Traumalin dan auksin

15. Pernyataan berikut ini yang salah …….
a. Empelur terbentuk dari meristem dasar 
b. Cahaya yang berperan dalam menentukan suhu lingkungan adalah impramera
c. Respons tumbuhan terhadap lamanya waktu gelap atau waktu terang disebut votoperiodisme 
d. Sitokinin merangsang pembentukan buah pertonakarvile 
e. Pertumbuhan primer merupakan hasil aktivitas meristem apikal 

16. Hormon yang dapat mempercepat penuaan daun dan merangsang gugurnya daun adalah….. 
a. Auksin c. Giberelin e. Asam Absisat
b. Etilen d. Sitokinin

17. Berikut ini yang tidak termasuk vitamin adalah ……..
a. Riboflavin c. Tiamin e. Asam absisat
b. Asam askorbat d. Pirodoksin

18. Berikut ini termasuk elemen mikro yang dibutuhkan oleh tumbuhan adalah …….
a. Karbon c. Hidrogen e. Besi 
b. Oksigen d. Nitrogen 

19. Cahaya yang berperan dalam menentukan suhu lingkungannya adalah ……..
a. Merah c. Inframerah e. Nila
b. Biru d. Violet

20. Daun akan menguning jika kekurangan …….
a. Mg c. Ze e. Cl
b. Fe d. H2O

21. Berikut ini merupakan faktor eksternal pertumbuhan tumbuhan kecuali …..
a. Makanan c. Enzim e. Suhu
b. Nutrisi d. Cahaya

22. Yang merupakan faktor internal yang mempengaruhi perkembangan tumbuhan adalah…...
a. Enzim c. Makronutrien e. Cahaya
b. Nutrisi d. Mikronutrien

23. Berikut ini merupakan faktor internal yang mempengaruhi perkembangan pertumbuhan, kecuali ………
a. Enzim c. Hormon tubuh e. a, b, dan c benar
b. Zat pengatur tubuh d. Nutrisi 

24. Berikut ini adalah hormon-hormon yang terdapat didalam tubuh kecuali ………
a. Auksin c. Etilen e. Sitokinin
b. Giberelin d. Mikronutrien

25. Hormon yang menghambat perkembangan akar adalah ………
a. Giberelin c. Asam Absisat e. Etilen 
b. Auksin d. Sitokinin

26. Pertumbuhan yang disertai dengan perubahan jenis dan fungsi sel disebut …..
a. Diferensiasi c. Morfogenesis e. Fitrokom
b. Mikronutrien d. Organogenesis

27. Proses diferensiasi yang diakhiri dengan pembentukkan organ yang disebut…
a. Morfogenesis c. Organogenesis e. Diferensiasi
b. Fitokrom d. Fotoperiodisme
28. Tumbuhan yang akan berbunga jika lamanya waktu terang sama dengan waktu gelap dinamakan……...
a. Tumbuhan hari panjang c. Tumbuhan hari terang e. Benar semua
b. Tumbuhan hari netral d. Tumbuhan hari pendek 

29. Bakal daun yang tumbuh disisi-sisi meristem apikal disebut ……..
a. Morfogenesis c. Diferensiasi e. Peroksida 
b. Fitokrom d. Primordium

30. Berikut ini unsur pH tanah asam yang tersedia kecuali ………
a. AL c. Zn e. a, b, dan c benar
b. MO d. K

31. Kondisi pertumbuhan suatu jenis tumbuhan yang dipengaruhi oleh perbedaan suhu pada siang dan malam dinamakan ………
a. Termoperiodisme c. Diferensiasi e. Etiolasi 
b. Fitokrom d. Vernalisasi

32. Fotoperiodisme pada tumbuhan dikendalikan oleh fitokrom ditemukan oleh ……..
a. Foolke Skoog c. Moore e. Campbell 
b. F.W. Went d. Sterling B. Hendrik

33. Enzim dan hormone tumbuh termasuk kedalam faktor ……
a. Eksternal c. Eksternal dan Internal e. Salah semua
b. Internal d. Luar dan dalam 

34. Perkecambahan yang kotiledonnya tetap berada didalam tanah dinamakan …....
a. Perkecambahan Epigeal c. Auksanometer e. Diferensiasi 
b. Perkecambahan Hipogeal d. Prokambium

35. Alat yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan batang adalah …….
a. Termometer c. Auksanometer e. Salah semua
b. Barometer d. Mistar

36. Besarnya pertumbuhan dapat diukur, sedangkan perkembangan tidak dapat diukur. Hal ini karena perkembangan bersifat ………
a. Irriversibel c. Nyata e. Semu
b. Kualitatif d. Kuantitatif 

37. Perubahan kuantitatif pada pertumbuhan tumbuhan adalah ……..
a. Tumbuh bunga d. Bertambah besarnya akar dan batang
b. Mulai berbuah e. Siap mengadakan pembuahan
c. Telah menghasilkan sel kelamin

38. Peranan hormone sitokinin bagi hasil pertanian adalah ……
a. Mempercepat tumbuhnya buah d. Meningkatkan hasil panen
b. Mempercepat tumbuhnya bunga e. Memperkuat akar tanaman
c. Menunda perguguran daun

39. Pertumbuhan pada tumbuhan ditentukan faktor eksternal dan internal, kecuali ……..
a. Genit c. Kadar air e. Tekanan turgor 
b. Faktor biologis d. Nutrisi

40. Proses diferensiasi akan membentuk 3 lapisan pada fase …….
a. Morula d. Antara morula dan blastula
b. Blastula e. Antara blastula dan gastrula 
c. Gastrula

41. Faktor-faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah …….
a. Cahaya, nutrisi, gen, air d. a, b, dan c benar
b. Nutrisi, cahaya, suhu, kelembaban e. Salah semua
c. Nutrisi, hormone, air, suhu

42. Bagian-bagian berikut berasal dari Ektoderm, kecuali ………..
a. Kelenjar minyak c. Bagian kloaka e. Kelenjar susu
b. Email gigi d. Sistem otot 

43. Perubahan bentuk serangga dari satu stadium ke stadium selanjutnya disebut ……
a. Metamorfosis c. Morfogenesis e. Regenerasi
b. Eksdisis d. Organogenesis

44. Bagian-bagian berikut berasal dari mesoderm, kecuali …….
a. Otot c. Tulang e. Jaringan ikat 
b. Darah d. Syaraf

45. Ectoderm, mesoderm, dan endoderm termasuk dalam lapisan yang disebut ……….
a. Gastrula c. Blastula e. Blastofor 
b. Morula d. Neurulasi

46. Terbentuknya gastrocoel dan rongga dari saluran primitive terjadi pada fase …….
a. Morfogenesis c. Organogenesis e. Blastulasi 
b. Gastrulasi d. Neurulasi 

47. Hormon auksin pertama kali ditemukan oleh …………….
a. F. Kurosawa c. F.A.F. Went e. Skoog dan Miller 
b. Skoog d. Miller

48. Planaria yang putus tubuhnya akan membentuk organism baru. Peristiwa ini disebut …….
a. Morfogenesis c. Regenerasi e. Organogenesis
b. Degenerasi d. Metamorfosis 

49. Fertilisasi adalah ………
a. Bertemunya serbuk sari dengan putik
b. Bersatunya serbuk sari dengan putik
c. Proses pematangan sel telur didalam putik 
d. Masuknya buluh serbuk sari kedalam putik
e. Meleburnya inti sel kelamin jantan dan betina

50. Hewan mengalami dua fase perkembangan yaitu fase embrionik dan fase pascaembrionik. Berikut ini termasuk fase embrionik kecuali ……..
a. Gastrulasi c. Neurulasi e. Salah semua
b. Morfogenesis d. Blastulasi

KINGDOM FUNGI (JAMUR) BAB 4 & 5 KINGDOM PROTISTA BIOLOGI SMA

KINGDOM FUNGI (JAMUR)
BAB 4
KINGDOM PROTISTA 

PENDAHULUAN
Paramaecium merupakan salah satu anggota dari kingdom protista. Makhluk kecil dan berbentuk mirip sandal jepit. Protista merupakan kingdom yang anggotanya sebagian besar berupa mikroorganisme. Kingdom Protista merupakan makhluk hudip eukariotik. Tubuh protista tersusun atas satu sel sehingga banyak sel yang organisasinya masih sederhana. Sebagian jenis protista dapat menyintesis zat makanan sendiri, tetapi sebagian konsumen yang hidupnya bergantung kepada organisme lain. Pada membran inti yang dimiliki kingdom protista terkandung seperangkat kromosom. Di dalam sel, sitoplasma mengandung organel yang mampu mengadakan replikasi sendiri, misalnya Mitokondria, Kloroplas, dan Mikrokilamen. Kingdom Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Protista mirip jamur, Protista mirip hewan, dan Protista mirip tumbuhan. 

1. PROTISTA MIRIP JAMUR 
Disebut mirip jamur karena struktur tubuh dan cara reproduksinya mirip fungi. Pada saat zygotnya, protista ini bergerak mirip Amoeba atau disebut juga Amoeboid. Protista mirip jamur terdiri atas filum Mycomycota, Acrasiomycota, dan Oomycota.

a.Myxomycota 
Myxomycota biasa disebut jamur lendir Plasmodial. Sebagian besar spesies Myxomycota memiliki ciri berpigmen terang, umumnya berwarna kuning atau orange dan semuanya heterotrofik. Tahapan memperoleh makanan merupakan suatu masa Amoeboid yang disebut Plasmodium. Plasmodium merupakan suatu massa tunggal sitoplasma yang tidak dibagi oleh membran dan mengandung banyak nukleus. Plasmodium dapat tumbuh hingga diameternya mencapai beberapa sentimeter. Meskipun berukuran besar, Plasmodium tidaklah multiseluler.
Contoh dari jamur lendir Plasmodial adalah Physarium. Yang memiliki ciri yang khas, yaitusebelum terjadi singami (penggabungan) terdapat sel-sel haploid yang menyerupai sel berflagel dan amoeba (sel amoeboid) 
Jika habitat duatu jamur lendir plasmodial mengering atau tidak ada makanan yang tersisa, Plasmodium akan berhenti tumbuh dan berdiferensiasi menjadi suatu tahapan siklus hidupnya berfungdi dalam reproduksi seksual.

b.Acrasiomycota 
Jamur lendir seluler berbeda dengan jamur lendir palsmodial karena jamur lender seluler merupakan organisme haploid (hanya zigot saja yanh diploid). Adapun pada jamur lendir Plsmodial, kondisi diploid lebih dominan dalam siklus hidupnya. Jamur lendir seluler memiliki tubuh buah (fruiting body) yang berfungsi dalam reproduksi aseksual. Sebagian besar jamur lendir seluler tidak memiliki tahapan berflagel. Contoh spesiesnya adalah Dyctyostelium.

c.Oomycota 
Oomycota contohnya adalah jamur air (water mold), karat putih (white rust), dan jamur berbulu halus (downy mildew). Oomycota berasal dari kata, Oo = telur dan mycota = jamur. Istilah ini lebih dikenal dengan “fungi telur”. Sebagian besar jamur air merupakan pengurai yang tumbuh seperti kumpulan kapas. Jamur air biasanya terdapat pada hewan atau alga yang mati, terutama di air tawar.
Oomycota merupakan pengurai yang penting dalam ekosistem air. karat putih, jamur berbulu halus umumnya hidup di tanah sebagai parasit pada tumbuhan. Contoh spesies Oomycota adalah Saprolegnia.

2. PROTISTA MIRIP HEWAN (protozoa)
Protozoa merupakan organisme bersel satu yang bersifat eukariotik (memiliki membran inti) dengan ukuran 3 m – 1.000 m ( 1 m = 10-6 m). Protozoa memiliki bentuk yang bervariasi, seperti oval, bulat, atau memanjang. Bentuk sel ini berubah-ubah bergantung pada kondisi lingkungannya. 
Protozoa merupakan organisme kosmopolitan, artinya dapat ditemukan dimana-mana. Beberapa dari genus ini mampu bertahan hidup di lingkungan yang kurang menguntungkan dengan membentuk dinding pelindung (kista).

Sifat-sifat protozoa dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya antara lain: 
a.Saprofitik
Menyerap makanan hasil dari pembusukan zat organic yang ada di sekelilingnya
b.Saprozoik
Mengambil makanan dari organisme mati yang telah mengalami pembusukan
c.Holozoik
Memakan mikroorganisme lain, seperti bakteri, alga, dan jamur (bersifat hewan)
d.Holofitik
Membentuk makanan sendiri atau mampu berfotosintesis (bersifat tumbuhan)

Protozoa bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual dengan pembelahan dan pembentukan tunas, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi.

Berdasarkan cara pergerakannya dengan cara makannya protozoa di klasifikasikan menjadi 6 filum, yaitu:
1)Filum Rhizopoda
2)Filum Actinopoda
3)Filum Foraminifera 
4)Filum Apicomplexa (Sporozoa)
5)Filum Zoomastigophora (Zooflagellata) 
6)Filum Ciliophora

3. PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
Protista yang mirip tumbuhan adalah alga. Alga disebut juga rumput air karena alga biasanya hidup berlimpah di air. Alga merupakan vegetasi yang dominan pada kolam, air, mengalir, dan laut. Bentuk dan ukuran tubuh alga beraneka ragam, tubuh alga ada yang bersel satu (uniseluleri) dan ada pula yang bersel banyak (multiseluler). Tubuh alga tidak memiliki jaringan atau organ yang khusus seperti akar, batang dan daun sejati. Oleh karena itu, alga disebut tumbuhan talus (Thallophyta).

a.Penyebaran Alga
Penyebaran alga sangat dipengaruhi oleh cahaya, temperature air, kandungan oksigen, kandungan karbondioksida, dan kandungan mineral. Beberapa jenis alga ditemukan di batang pohon atau di lapisan tanah yang lembab. Alga tidak merusak dan merugikan tumbuhan yang ditempatinya.

b.Reproduksi Alga
Alga dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual alga berlangsung dengan pembelahan sel sederhana, Zoospora, dan Fragmentasi. Pembelahan sel sederhana, yaitu pembelahan biner, umumnya terjadi pada alga uniseluler. Fragmentasi biasanya terjadi pada alga multi seluler. Reproduksi Zoospora dilakukan oleh banyak jenis alga.
Reproduksi seksual terjadi melalui peleburan gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi seksual dapat di bedakan menjadi Isogami dan Heterogami. Gamet yang dihasilkan laga yaitu:
a.Isogamet gamet dengan ukuran yang sama
b.Anisogamet gamet yang berukuran berbeda dan berflagel
c.Oogamet gamet yang sudah dapat dibedakan jantan dan betinanya

c.Klasifikasi Protista Mirip Tumbuhan
Berdasarkan dominasi pigmennya, protista mirip tumbuhan dikelompokkan menjadi 7 Fillum, yakni:
1.Euglenophyta 5. Rhodophyta 
2.Chysophyta 6. Phaeophyta
3.Bacillariophyta (Diatom) 7. Chlorphyta (Alga Hijau)
4.Dinoflagellata

Peranan Kingdom Protista Bagi Kehidupan
Contoh protista yang banyak manfaatnya adalah alga. Salah satu manfaat alga adalah sebagai sumber makanan. Alga dapat dimanfaatkan menjadi agar-agar.agar-agara merupakan makanan berserat yang memiliki nilai gizi cukup tinggi. Dan dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan kosmetik dan pembersih kulit, contohnya adalah alga cokelat.
Manfaat lainnya adalah alga sebagai bahan untuk meningkatkan kesuburan tanah, baik langsung maupun tidka langsung. Beberapa jenis alga mampu mengikat nitrogen, contohnya Anabaena Azollae. Protozoa yang bermanfaat bagi kehidupan antara lain, Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan dapi.
Selain yang menguntungkan dan bermanfaat, peranan protista pun ada yang merugikan. Contohnya: jika koloni laga mati dalam suatu perairan, akan menyebabkan polusi air yang dapat meracuni manusia maupun hewan. Protozoa yang merugikan tersebut antara lain, Entamoeba Histolitica dan Balantidium.

GLOSARIUM
Anopheles betina Reproduksi seksual yang terjadi di dalam tubuh inang perantara
Aksopodia Tempat pengambilan makanan dan pergerakan
Actinopoda Kaki sinar
Balantidium Coli Ciliophora yang hidup pada usus tebal manusia dan usus babi 
Bleparoplas Tempat keluarnya flagel
Cilia Berfungsi sebagai alat gerak untuk mengambil dan memasukkan serta sebagai penerima rangsangan
Chrysophyta Alga yang berwarna keemasan karena banyak mengandung pigmen karoten
Chlophyta Alga hijau yang utama dalam kehidupan di air awar
Chlamydomonas Alga hijau uniseluler yang memiliki 2 flagel sebagai alat gerak
Chlorella Alga hijau uniseluler yang tidak memiliki alat gerak berupa flagel
Diflugia Salah satu Rhizopoda yang hidup bebas di air tawar
Didinium Ciliophora dengan sifat predatornya memeakan paramaecium
Dinoflagelata Makhluk hidup yang tinggal di laut.
Desmid Alga hijau yang seperti jenis fito plankton
Ektoplasma Sitoplasma yang berada disebelah luar berfungsi mengatur bentuk tubuh
Endoplasma Sitoplasma yang terdapat di bagian dalam dan mengan dung granula
Entamoeba Gingivalis Membusukkan sisa-sisa makanan yang menempel pada celah gigi
Euglena Organisme yang memiliki bentuk seperti daun
Flagel Berfungsi juga sebagai alat penerima langsung dan penangkap makanan
Fikoeritrin Pigmen yang dominan
Fikobili Protein Alga merah yang memiliki pigmen baru/lain

Floridian Alga merah yang memiliki cadangan makanan berupa tepung
Heteromorfik Generasi gametofit dan sporofit yang memiliki bentuk berbeda
Isomorfik Generasi gametofit fan sporofit yang memiliki sifat sama
Laminaria Salah satu jenis laga cokelat yang berukuran besar dan biasa hidup di panatai
Oedogonium Alga hijau yang umum ditemukan menempel pada batuan yang terdapat dalam perairan
Pseudopodia Menangkap makanan dengan kaki semu
Plasmalema Membran sel tipis dan bersifat elastis yang di dalamnya terdapat sitoplasma
Plasmodium Malaria Menimbulkan penyakit malaria
Plasmodium Vivax Menimbulkan penyakit malaria tertiana
Plasmodium Tropicana Menyebabkan penyakit malaria tertiana
Plasmodium Ovale Menyababkan penyakit malaria tertiana
Protococcus Alga yang hidup di air
Pelikel Tubuh Paramaecium yang dilindungi oleh membran fleksibel
Sitoplasma Protoplasma yang terdapat diantara nukleus dan plasmalema
Sporozoa Protozoa yang tidak memiliki alat gerak
Schyzogoni Reproduksi Apicomplexa berlangsung secara aseksual melalui pembelahan dan terjadi di dalam tubuh manusia
Sporogoni Reproduksi seksual dengan pertemuan mikrogamet dan makrogamet yang terjadi di dalam tubuh nyamuk
Stentor Ciliphora berbentukterompet
Stlylonychia Ciliphora yang berkelompok berbentuk cakar
Sargassum Alga teluk yang memiliki kantung yang menyerupai buah arbei
Spirogyra massa hijau terang yang berbentuk benang di dalam kolam/air tenang
Trypanosama Hidup di plasma darah
Trypanosama Gambiense Menyebabkan penyakit tidur pada manusia dengan vektornya lalat tse-tse
Trypanosama cruzy Menyebabkan penyakit unggas dengan vektornya lalat triatoma 
Stigma Kelompok Euglena yang peka terhadap rangsangan cahaya
Ulothrix Yang dapat ditemukan melekat pada batuan, air mengalir/air tenang yang dangkal
Vakuola Makanan Berfungsi mencernakan makanan
Vakuola Kontraktil Berfungsi mengeluarkan kelebihan air atau Osmoregulas (mengatur tekanan osmosis dalam sel darah dan mengedarkan zat makanan)
Voti Cella Ciliphora yang berbentuk lonceng yang hidup soliter atau menempel pada substrat dan tangkainya
Zooflagellata Salah satu filum protozoa yang memiliki alat berupa bulu cambuk (flagelum)
Zigospora Sprogyra yang mengandung zigot muda
Ulva Alga hijau yang tubuhnya berbentuk lembaran



BAB 5
KINGDOM FUNGI

Pernahkah anda mengonsumsi jamur? Jamur atau fungi merupakan salah satu makanan yang banyak dikonsumsi oleh kita, tetapi banyak pula jamur yang tidak dapat dikonsumsi karena beracun.
Bagaimana ciri-ciri jamur itu? Apakah jamur merupakan tumbuhan? Bagaimana cara jamur berkembang biak? Apa saja peran jamur dalam kehidupan? Pada bab ini akan mempelajari tentang jamur. Melalui diskusi hasil kegiatan dan tugas. Anda diharapkan dapat memahami jenis-jenis jamur. Oleh karenanya, pelajarilah bab ini dengan sekasama.


A.Ciri-Ciri Umum Jamur
1.Nutrisi
Jamur merupakan organsime heterotrof. Jamur mengabsorpsi makanan berupa senyawa organik dari organisme lain melalui hifa dan Miselium. Senyawa organik tesrebut terlebih dahulu dicernakan secara ektraseluler.
Selain hidup sendiri, ada pula jamur yang bersimbiosis dengan organisme lain. Jamur yang bersimbiosis dengan ganggang disebut Lichenes dan jamur yang bersimsiosis dengan akar tumbuhan tingakt tinggi dinamakan Mikoriza. Jamur yang berperan mengjurai zat organik kompleks menjadi senyawa sederhana disebut Dekomposer.

2.Struktur Tubuh
Struktur dasar jamur adalah hifa. Ketebalan hifa bervariasi antara 0,5 mm – 100 mm. Hifa terdiri atas sel-sel sejenis. Sel-sel tersebut satu dan lainnya dipisahkan oleh dinding sel atau sekat yang dinamakan Septum (jamak: septa) dan dinamakan hifa bersepta. 
Dinding sel jamur berbeda dengan dinding sel tumbuhan. Dinding sel jamur bukan terdiri atas selulosa, melainkan tersusun oleh zat Kitin. Sel-sel hifa bersepta ada yang berinti satu (uni nukleat), berinti dua (binukleat atau dikariotik0, atau berinti bnayak atau senositik (coenocytic).

3.Reproduksi
Jamur dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. Secara aseksual jamur bereproduksi dengan menghasilkan sopra aseksual. Adapun secara seksual dengan konjugasi, selanjutnya membentuk spora seksual. 
Reproduksi seksual pada jamur bervariasi bergantung pada jenis jamur, tetapi pada setiap jamur selalu terjadi dengan konjugasi. Konjugasi ini diikuti oleh Singami. Singami melibatkan plasmogami dan kariogami. Untuk lebih jelasnya, reproduksi jamur akan diuraikan pada setiap divisi.

B.Klasifikasi Jamur
1.Divisi Zygomycota
Jamur yang tergolong divisi ini hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk. Namun, Zygomycota berasal dari Zigospongarium. Zigospora merupakan spora istirahat yang memiliki dinding tebal.
Jenis jamur yang tergolong Zygomycota, antara lain:
a.Jamur Roti (Rhizopus Nigricans)
Jika roti yang lembab disimpan ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya. Pada roti akan tumbuh bulatan hitam, yang disebut Sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora. 
b.Jamur Tempe (Rhizopus Stolonifer)
Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe. Reproduksi rhizopus Stolonifer dapat terjadi secara seksual dan aseksual.

c.Pilobolus
Adalah salah satu jamur yang biasa hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi. Jamur ini tidak dapat bereproduksi tanpa adanya bantuan cahaya. Jamur ini menunjukkan respon positif terhadap cahaya.

2.Divisi Ascomycota
Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler. Jamur ini ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit. 
Spesies yang tergolong Ascomycota, diantaranya sebagai berikut:
a.Penicillium
Jamur ini berwarna hjjau kebiruan dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan bergula. Penicillium dibagi menjadi dua: Penicillium Camemberti dan Penicilium Requeforti, kedua jamur ini dimanfaatkan dalam industri keju. Beberapa setelah keju tersebut ditanam diatas keju, cabang hifa akan tumbuh diseluruh keju.

b.Ragi (Saccharomyces)
Merupakan organisme uniseluler yang dikelompokkan ke dalam Ascomycotakarena reproduksi seksualnya terjadi dengan pembentukan Askus 
c.Neurospora
Jamur ini dimanfaatkan untuk pembuatan makanan dari kacang tanah dengan suatu proses fermentasi jamur. Selain dimanfaatkan sebagai pembuatan oncom, jamur juga digunakan sebagi objek penelitian genetika.

d.Higrophorus Coccineal dan Morcella Deliciosa
Jamur ini bersifat parasit, banyak menyerang hewan selain itu, dapat membusukkan kayu dna buah-buahan.

3.Divisi Basidiomycota
Pada umumnya tubuh buah jamur dari divisi Basidiomycota berukuran besar (Makroskopis), walapun ada juga yang berukuran kecil (Mikroskopis). Jamur dari divisi basidomycota memiliki ciri khas, yang memiliki Basidium. Basidium merupakan alat reproduksi seksual yang terdapat dalam bilah. Seluruh Basidium berkumpul membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp. Spora yang dihasilkan dalam basidium dinamakan Basidiospora.

Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
a.Puccinia Graminis
b.Jamur Merang (Volcariella Volvacea)
c.Ustilago maydis
d.Jamur Kuping
e.Amanita Muscaria

4.Divisi Deuteromycota
Jamur yang tergolong Deuteromyota adalah jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya. Jamur ini biasa disebut jamur tidak sempurna atau Jamur Imperfecti (Campbell, 1998: 581). Reproduksi aseksualnya terjadi dengan fragmentasi atau dengan Konidium.

Berikut contoh jamur dari Divisi Deuteromycota, antara lain:
a.Aspergillus
Merupakan jamur yang hidup pada medium dengan derjat keasaman dan kandungan gula tinggi. 

b.Epidermophyton dan Mycosporium
Kedua jenis jamur ini merupakan parasit pada manusia. Epidermophyton menyebabkan penyakit kaki pada atlit, sedangkan Mycosporium penyebab penyakit kurap.

c.Fusarium, Verticellium, dan Cercos
Ketiga jenis jamur ini merupakan parasit pada tumbuhan. Jamur ini jika tdaik dibasmi dengan fungisida dapat merugikan tumbuhan yang diserangnya.

C.Lichenes dan Mikoriza
1.Lumut Kerak (Lichenes)
Merupakan simbiosis mutualisme antara sel ganggang dan Miselium jamur yang hidup di batu, batang pohon, dan pada dinding bangunan. Jenis jamur yang bersimbiosis biasanya dari golongan Ascomycota dan Basidiomycota. 

2.Mikoriza
Adalah struktur yang terbentuk karena adanya simbiosis jamur dan akar tumbuhan tinggi. Frank, ahli Botani berkebangsaan Jerman, merupakan orang yang pertama kali emnemukan hubungan simbiosis antara akar tumbuhan dan jamur yang dinamakan Mikoriza pad atahun 1885.

Tipe Mikoriza ditinjau dari struktur anatomi, adalah sebagai berikut:
a.Ektomikoriza
b.Endomikoriza
c.Ektendomikoriza

Keuntungan tumbuhan dengan adanya Mikoriza adalah sebagai berikut:
1)Pertumbuhannya lebih cepat dan dapat meningkatkan penyerapan unsur harta (terutama fosfat)
2)Tumbuhan lebih tahan kekeringan karena Mikoriza dapat meningkatkan ketersediaan air
3)Mikoriza melindungi akar dari infeksi organisme yang patogen
4)Mikoriza dapat membentuk hormon auksin, sitokinin, dan giberelin yang berpengaruh dalam peningkatan pertumbuhan tumbuhan 

D.Peran Jamur bagi Kehidupan
Jamur memiliki pola hidup yang beraneka ragam. Hal tersebut menyebabkan jamur tidak hanya dapat menguntungkan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian pada manusia.
Ada beberapa jenis jamur yang memiliki kemampuan untuk melapukan sisa bahan organik sehingga menjamin daur unsur kimia di alam. Oleh sebab itu, peranan jamur sangat vital. 
Jamur yang tergolong Basidiomycota, seperti Volvariella volvacea, Boletus Edulis, dan Cortinelus Shitake dapat dikelola untuk dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Selain menguntungan, jamur dapat pula merugikan manusia. Jamur dapat menguraikan kebutuhan manusia, sehingga mendatangkan kerugian yang sangat besar. Contoh kerugian yang ditimbulkan oleh janur ialah pembusuka makanan serta pelapukan kayu pada kapal dan jembatan.

SISTEM REPRODUKSI PADA HEWAN TUMBUHAN IPA BIOLOGI SMA

A. REPRODUKSI PADA TUMBUHAN
1. Reproduksi Vegetatif
Reproduksi vegetative merupakan perkembangan yang tidak melalui proses pembuahan hingga reproduksi ini tidak memerlukan sel kelamin. Akibatnya, sifat-sifat tumbuhan baru hasil reproduksi ini sama dengan tumbuhan induknya. Samanya sifat tumbuhan baru dengan induknya tersebut unggul. Reproduksi vegetative dapat dibedakan menjadi reproduksi vegetative alami dan reproduksi vegetative buatan.

a. Reproduksi Vegetatif Alami
Reproduksi jenis ini tidak melibatkan campuran tangan manusia. Reproduksi vegetative alami meliputi pembentukan tunas, umbi batang, umbi lapis, umbi akar, akar tinggal, dan geragih.
1. Pembentukan Tunas
Tunas terjadi pada batang yang memiliki batang tunas. Batangnya ini biasanya terbenam didalam tanah. Melalui batuan suhu, pH, kelembapan, dan cadangan makanan yang cukup, bakal tunas ttersebut akan tumbuh, contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah pisang (musa sp)
2. Umbi Akar
Umbi akar merupakan akar yang termodifikasi menjadi umbi. Dari akar ini akan tumbuh tunas yagn akan menjadi individu baru. Perklembangkan jenis ini terdapat pada talas, dahlia, samara, dan sukun.
3. Akar Tinggal
Akar tinggal atau rizoma atau rimpang merupakan batang yang tumbuh horizontal menyerupai akar didalam tanah. Dari bagian ini, tumbuh tunas yang menjadi individu baru, misalnya pada bungga tasbih, lengkuas, dan jahe.
4. Umbi Lapis
Umbi lapis sebenrnya merupakan batang yang berlapis-lapis hasil modifikasi daun yang berada didalam tanah. Tunas akan tumbuh kesamping tumbuh induk dan akan tumbuh menjadi tanaman baru. Tunas yang tumbuh ini biasanya biasanya disebut suing. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah bawang merah dan bawang daun.
5. Umbi Batang
Umbi batang atau tuber merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam batang dan terletak didalam tanah. Jika umbi ini ditanam, dapat tumbuh tunas menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tuber adalah kentang dan rumput teki. Pada rumput teki, pembesaran batangnya tidak begitu tampak sehingga tidak lazim disebut umbi.
6. Geragih
Geragih atau stolon merupakan batang yang menjalar diatas permukaan tanah. Jika batang tersebut akan tertimbun tanah, akan tumbuh tunas pada bagian buku atau ruas. Geragih tedapat pada stroberi (Fragaria sp)
7. Reproduksi dengan Daun
Tepi-tepi daun pasti tumbuh, misalnya cocor bebek atau Kalanchoe sp,. Bersifat meristematis. Akibatnya, dari tepi-tepi daun tersebut dapat tumbuh tunas dan akar yang akan terpisah dari induyknya untuk membentuk tumbuhan baru. Peproduksi seperti ini dinamakan juga reproduksi melalui tunas advintif.

b. Reproduksi Vegetatif Buatan
Raproduksi jenis ini sengaja dilakukan manusia untuk memperoleh tanaman baru yang bersifatnya sama dengan induknya. Tumbuhan baru tersebut diambil dari tanaman induk yang telah tumbuh besar, sehingga tumbuhan baru itu akan cepat mengahasilkan dengan sifat yang sama dengan induknya. Berikut ini akan dijelaskan contoh-contoh perkembangan vegetative buatan.
1. Mencangkok
Mencangkok dilakukan pada tanaman dikotil dengan cara membuang sebagian kulit dan kabium secara melingkar pada cabang. Kemudian daerah lukanya dibalut oleh tanah atau media lain dan diikat serta dibiarkan sampai tumbuh akar.
2. Merunduk 
Cara ini dilakukan dengan merundukan cabang tanaman kebawah sehingga menyentuh permukaan tanah. Batang tersebut ditimbun dengan tanah terutama pada bagian yang memiliki ruas. Pada ruas tersebut akan tumbuh akara dan tunas. 
3. Menempel dan menyambung
Menpel (Okulasi) dan menyambung bertujuan mengambungkan sifat dua tanaman sejenis atau semarga. Prinsip opulasi adalah emnumbuhkan bagian tanaman pada tanaman lain. Biasanya, bagian yang ditemnpelkan adalah mata tunas.
Prinsip dalam menyambung adalah memindahkan ujung ranting atau pun ujung cabang suatu tanaman pada bagian ujung ranting tanaman lain. Kemudian, sambungan tersebut diuikat. 
4. Menyetek
Merupakan cara paling umum dilalakukan karena mudah di kerjakan.Kita hanya memotong cabang sekitar 20 cm dan membenamkanya dalam tanah sedalam 5-10 cm.Arah mata tunas sebaiknya menghadap ke atas.
5. Kultur jaringan 
Kemajuan ilmu hormon tumbuhan mendorong para ahli pertanian mengembangkan pola produksi vegetative melalui teknik kultur jaringan. Jaringan tersebut diambil dari daun, batang , akar, ataupun bagian tumbuhan lainya. Melalui teknik ini dapat menghasilkan tumbuhan yang sangat banyak dalam waktu singkat. 

2. Reproduksi Generatif
a. Reproduksi generative Pada Gymonspermae
Gymonspermae adalah tananman biji terbuka. Disebut demikian karena tidak terbungkus daging buah sehingga tampak dari luar. Contoh tumbuhan yang termasuk Gymonspermae adalah melijo, pinus, dan pakis haji.
Gymonspermae belum mempunyai bunga sebagai organ perkembangan biakannya. Alat kelamin jantan dan kelamin betinanya dihasilkan oleh sporofil yang berbentuk badan yang disebut Strobilus atau runjung atau konus. Gymonspermae berkelamin satu, alat kelamin jantan dan kelamin betinanya terletak pada Strobilus yang berbeda, baik pohon yang sama atau berbeda. Akibatnya, terdapat strobilus jantan dan betina.
Strobilus jantan susun atas mikrosporofil. Setiap mikrosporofil mengandung dua mikrospora yang masing-masing akan mengahasilkan 4 mikrospora haploid (n). mikrospora ini akan menjadi setelah menjantan atau serbuk sari atau polen.
Strobilus betina tersusun atas daun buah (makrosporofil). Setiap makrosporofil tersebut berbentuk sisik dan mengandung dua ovolum. Makrosporofil tersebut dilindungi oleh makrosporangium yang didalamnya mengandung sel induk makrospora. Sel induk membela secara miosis mengahasilkan empat maskropora. Tiga makrospora akakn tereduksi. Akibatnya, hanya satu makrospora yang akan berkembang menjadi sel telur.
b. Reproduksi Generatif Pada Angiospermae
Angiospermae merupakan tumbuhan yang berbiji karena bijinya terbungkus oleh daun buah. Akibatnya, biji tersebut tidak dapat dilihat secara langgsung. Jenis tumbuhan anggesperma sangat banyak dengan cirri utama berupa bunga. Sebutkan contohnya! Oragan reproduksi Angiospermae adalah bunga. Bunga lengkap terdiri atas dasar bunga (Reseptakulum), kelopak (Xaliks, sepal) mahkota (korola), benang sari (Stamen), dan putik (pistilum).
Alat kelamin jantan tumbuhan Angiospermae adalah benang sari, sedangkan alat kelamin betina adalah putik. Benang sari terdiri atas kepala sari (Antera) dan tangkai sari (Filamen). Adapun putik terdiri atas kepala putik (Stigma), tangkai putik (Stilus), dan bakal buah (Ovarium). Benang sari akan mengahasilkan sel kelamin jantan ataupun serbuksari, sedangkan putik akan menghasilkan sel kelamin betina atau sel telur.
Pada saat yang sama dengan membentukan serbuk sari didalam ovarium tterjadi pembelahan sel induk kandung lembaga (2n) dua kali secara meiosis sehingga terbentuk empat sel megsapora(n). tiga sel megaspore akan lenyap dan satu berkembang menjadi inti kandung lembaga primer (n). ini inti kandung lembaga primer ini akan belah. Masing-masing belahan bergerak menuju kutub yang berlawanan, yaitu menuju kalaza dan menuju mikropil. Sesampainya dikutub, setiap belahan akan membelah buah dua kali sehingga jumlah semua nya adalah 8 inti. Satu iniyi dari setiap kutub akan bergerak ketengah dan melembur menjadi inti kandung lembaga sekunder (2n). tiga inti kalaza akan menempel kediding dan disebut anti poda. Adapun dua inti dimikropil berubah menjadi sinergit yang mengapit inti lainnya yang berbubah menjadi sel telur (ovum) yang siap diubahi. 

B. PEMENCARAN PADA MAKHLUK HIDUP
Organism seperti ini sisebut kosmopolit, mesalnya lumut, paku-pakuan, dan kecoak. Adapu norganisme yang memilki daerah distribusi yang sempit. Organisme juga disebut Endemik misalnya bunga raplesia arnoldi yang hanya trdapat dibengkulu, dan penguin yang hanya terdapat diantartikal. Daerah distribusi suatu makhluk hidup dapat berubah-ubah. Perubahan ini trejadi karena pengaruh alamia atau karena adanya campur tangan manusia.
1. Pemencaran Pada Tumbuhan
Tumbuhan memperluas daerah distribusinya dengan cara memencarkan alat perkembang biakan vegetative dan generative. Pemencaran ini dapat trejadi secara aktif yaitu tanpa bantuan factor luar, maupun secara pasif, yaitu dengan bantuan daerah luar.
a. Pemencaran Tumbuhan tanpa bantuan factor luar
Cara pemencaran ini dinamakan pula pemencaran mekanik. Pemencaran ini disebabkan oleh proses yang terjadi pada organism itu sehingga jarak pemencarannya tidak begitu jauh dari induknya. Pemencaran tanpa bantuan factor luar dapat dilakukan melalui pertumbuhan bagian vegetative, mekanisme letupan, dan gerak hikprosofis
b. Pemencaran tumbuhan dengan factor luar
Pemencaran tumbuhan dapat pula dibantu oleh factor luar. Alat pembiakan tumbuhan yang pemencarannya dibantu oleh factor luar tersebut biasanya memilki bebrapa modifikasi yang mendukung proses pemencaran tersebut berdasarkan factor yang menjadi perantara dalam penyebarannya, pemencaran jenis ini dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bantuan air, bantuan hewan, dan bantuan manusia
2. Pemencaran dengan Bantuan Air 
Pemencaran dengan bantuan air disebut juga hidrokori. Alat perkembang biakan yang sesuai dengan pemencaran ini adalah yang mempunyai berat jenis biji lebih kecil dari pada air dan memilki pelindung bagi embrionya sehingga selama dalam air tidak mengalami kerusakan.
Contohnya tumbuhan yang diperncarkan dengan bantuan air, adalah kelapa (cocosnucipera) tanaman bakau (baring tonia sp), nyamplung (Kalaupilum sp), vabisnereia spiralis, dan teratai (laotus sp) alat perkembang biakan yang hanyutkan air tidak hanya berupa buah, tetapi juga dapat berubah tunas (anak) yang tepisah dari induknya dan kemudian terapung, misalnya eceng gondok (Echornia kerastisesklub). 
3. Pemencaran Dengan Bantuan Hewan
Pemencaran dengan perantara hewan disebut juga zokori. Alat kembang niak mungkin menempel pada bagian luar tubuh hewan (epizopori) atau dinamakan kemudian dikeluarkan bersama-sama dari feces (Hedrozokori).
Alaty perkembang biakan yang dipencarkan dengan cara epizopori mempunyai titik khusus seperti memilki pengait, duri-duri dan rambut yang keras dan runcing. Contoh tumbuhan yang dipencarkan secara epizopori (Adropogon Aciculatus) dan pulutan (Polanisia fiscosal). Alat perkembang biakan yang dipencarkan secara zopori dapat dikelompokan berdasarkan kelompok binatang yang memencarkannya.

C. REPRODUKSI PADA MAMALIA
Mamalia merupakan heewan yang mempunyai kelenjar susu (mamae) sehingga anak-anak nya menyusui pada induknya. Reproduksi pada mamalia trejadi didalam tubuh. Telur yang ditelah buahi akan berkembang menjadi embro dalam rahim (uterus).
Beikut akan dijelaskan reproduksi pada manusia yang menjadi proses pembentukan gamet (gametogenesis), alat-alat reproduksi, hormone yang berperan dalam reproduksi, seperti relisasi, dan prinsip-prinsip kontrasepsi. 

1. Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel-sel kelamin (gamet). Sel kelamin jantan disebut sperma sehingga proses pembentukan dinamakan sperma togenesis. Adapun sel kelamin betina disebut ovum dan proses pembentukannya dinamakan oogenesis.
a. Sperma togenesis
Sperma togenesis terjadi didalam testis (tunggal: tes-tes). Testis merupakan kelenjar reproduksi mamalia jantan sebagai tempat sperma dan hormone androgen. Dalam bahasa sehari-hari testis disebut buah zakar atau pler. Testis diselubungi oleh selaput yang membentuknya kantung yang disebut stroktum. Pada saat udara dingin rectum akan mengkerut sedangkan pada udara hangat struktum akan mengendur.
b. Oogenesis 
Oogenesis trejadi didalam ovarium. Didalam ovarium terdapat banyak oogenonium atau sel induk telur (ovum) yang bersifat diploi. Oogonium akan tumbuh menjadi oosif primer atau oosif satu melalui pembelahan mitosis. Oosit primer akan membelah secara miosis menghasilkan satu kelenjar sekunder atau oosit dua dan satu badan ketub 1 atau badan kutub primer. Oosis sekunder akan mengalami pembelahan akan menghasilkan sebuah ootik yang akan berkembang menjadi sel telur dan sebuah badan kutub 2 yang akan bergenerasi. Badan kutub 1 akan membelah menghasilkan dua kutub yang tidak akan mengalami degenerasi.

2. Alat-alat Reproduksi
Pada hewan petebrata termasuk mamalia, reproduksi terjadi secara seksual untuk reproduksi ini melibatkan alat-alat reproduksi pria dan alat reproduksi wanita.
a. Aalt-alat reproduksi pria 
Alat-alat reproduksi pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran, kelenjar aksesoris, dan penis.
b. Alat-alat reproduksi wanita
Alat reproduksi wanita dikelompokan alat reproduksi luar dan dalam. Alat reproduksi luar terdiri atas monspubis, labia mayora, labia minora, kliktoris, slaput darah (Himen), dan kelenjar polini.

3. Hormone Pengaturan Daur Nestruasi, Kehamilan Dan Persalinan
Salahn satu prilaku reproduksi pada wanita adalh menstruasi yang membentuk suatu daur. Daur tersebut dianamakan daur menstruasi atau esktrus. Menstruais mulai terjadi awal puber sekitar usia 11 sampai 15. 
a. Menstruasi 
Daur menstruasi dipengaruhi oleh hormone FSH, LH, estrogen, dan rogesteron. Berikut proses-prosees dan perubahan tanda hormone selama daur menstruasi. Daur menstruasi terdiri atas 4 fase yaitu fase menstruasi Prasovulasi, ovulasi, dan paska ovulasi.
b. Kehamilan 
Kehamilan akan dimulai jika sel telur akan dinamakan pembuahan (pertilisasi). Pembuahan ini baru akan mengahsilkan zigot (2n). hanya jika terjadi peleburan antara inti sperma dan inti sel telur. Peleburan antara kedua inti sel kelamin tersebut dinamakan sigami.
c. Kelahiran 
Pada tahap ini hormone yang berpengaruh adalah relaksin, opsitosin, estrogen, dan lostakladim. Dua hormone pertama berfungsi untuk kontraksi uterus. Opsitosis juga berfungsi merangsang dilepaskannya hormone prolaktin yang berpengaruh terhadap kelenjar air susu. Adapun dua hormone teakhir berfungsi pengaruh hormone progesterone yang dapat menghambat kontrasi uterus 
4. Prinsip-prisip kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang bearti mengalam dan konsepsi yang berarti pembuahan. Jadi, kontrasepsi berarti mencega bertemunya sperma tozoa sehingga tidak terjadi pembuahan yang mengakibatkan kehamilan. Prinsip reproduksi dalam kontrasepsi pada dasarnya mencegah terjadinya pencegahan. Hal ini dapat dilakukan melalui penghentian populasi, menggunakan kondom bagi laki-laki dan diofrakma bagi wanita, pemakaian serpama sida, fasek toni dan tubek toni serta penggunaan sistem kelender. Pada bab sebelas telah dibahas pula mengenai teknik keluarga bencana. Pada bab ini akan dibahas kembali lebih dalam. Secara umu, kontrasepsi dilakukan m,elalui cara makanik, kimia (hormone), dan stelisasi.
a. Mekanik 
Cara mekanik pengaturan kelahiran dengan cara mekanik digunakan mencegah bertemunya sperma dengan sel telur. Contohnya kotrasepsi cara mekanik adalah penggunaan kondom pada pria, IUD (intra Uterin devis) pada wanita berbentuk firal atau koperT. Selain itu, dapat pula digunakan jeli tablet busa atau font yang mengandung pembunuh sperma. Sperma sida yang dimasukan kedalam vagina. 
Cara lain yaitu dengan menggunakan diaflagma (cervical cap) yang digunakan untuk menutupi ulterus sehingga mencegah sperma memasuki piterus.

b. Cara Kimia Hormon
Cara ini digunakan untuk mencegah populasi dengan pemakaian pel KB, susuk, atau suntikan. Pel KB yang mengandung hormone hestogen dan porgesteron dimakan berdasarkan aturan tertentu yang akan mencegah opulasi. Begitu pula susuk yang dilekatkan pada kulit mengeluarkan hormone untuk mencegah opulasi.

c. Cara serisasi
Cara srelisasi atau disebut juga permanen, yaitu memotong saluran kelamin, baik sal;uran kelamin wanita ataupun kelamin pria. Akibatnya, sel telur yang dihasilkan ovarium dan sperma yang dihasilkan oleh testis tidak dapat dikeluarkan metode operasi poada wanita dikenal dengan nama tubektumi. Adapun metode oparasi sterisasi pada pria dikenal dengan nama vasektomi.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright 2013 Download Soal SMA/MA Gratis Template by SMP. Powered by Blogger